Parade kemiskinan semakin hari semakin panjang,
Menjadi deretan panjang dalam etalase tanpa kaca,
Kitapun sibuk menutupi lubang-lubang rumah rayap,
dan mencari celah untuk keluar dari kerumunan,
karena baju kita belum compang camping,
Karena kita baru terserang demamnya;
Pawai kemiskinan semakin nampak keluar dari rumah kardus,
Menjadi penghias luar ruang kota tanpa bentuk dan sekat-sekat,
Kita pun sibuk bikin taman kota bukan tempat persinggahan,
Karena kita butuh arena terbuka untuk sandiwara,
Karena kita pun terserang virusnya.
Long march kemiskinan semakin bergerak dari desa ke kota,
Menutupi jalanan pajang yang penuh lubang mengnganga,
Kita pun alergi menatap kenyataan yang semakin parah,
Kita ingin ngusi dipuncak-puncak kegagalan,
Karena kitapun semakin akut,
Demam kemiskinan tanpa Stadium.
Tag: ORIGINALITAS